Header Ads Widget

SELAMAT DATANG DI WEBSAIT KABAR MERAH PUTIH

Di Balik Riuh MPLS Bandung, Ada Misi Memastikan Tak Satu Pun Anak Tertinggal.

Suara tawa dan langkah kaki para siswa baru memenuhi halaman sekolah di berbagai sudut Kota Bandung pada Senin pagi (13/7/2026). Seragam yang masih tampak baru, wajah-wajah penuh rasa ingin tahu, serta semangat memasuki lingkungan pendidikan menjadi pemandangan khas hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Namun di balik kemeriahan itu, terdapat pekerjaan besar yang selama berbulan-bulan dilakukan Pemerintah Kota Bandung: memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak untuk bersekolah.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut tahun ajaran baru kali ini menjadi salah satu momentum penting karena seluruh peserta didik baru berhasil mendapatkan tempat belajar.

Sekitar 22 ribu siswa baru diterima di SD Negeri dan 19 ribu siswa baru diterima di SMP Negeri. Ketika kapasitas sekolah negeri tidak mencukupi, sekolah swasta menjadi mitra penting yang turut menampung sekitar 10 ribu siswa lainnya.

Bagi banyak keluarga, keberhasilan memperoleh kursi sekolah bukan sekadar persoalan administrasi. Pendidikan merupakan harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Meski capaian tersebut patut diapresiasi, pekerjaan rumah masih tersisa. Beberapa wilayah di Kota Bandung masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan. Di kawasan tertentu, jarak sekolah yang cukup jauh menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat.

Karena itu, Pemkot Bandung mulai memetakan kebutuhan pembangunan sekolah baru berdasarkan kondisi riil di lapangan.

Lebih jauh lagi, pemerintah juga menemukan fakta bahwa masih ada anak usia sekolah yang belum pernah merasakan bangku pendidikan formal. Salah satunya ditemukan di kawasan Pagarsih.

Kasus seperti ini menunjukkan bahwa tantangan pendidikan tidak selalu berkaitan dengan jumlah sekolah, tetapi juga menyangkut kondisi sosial dan ekonomi keluarga.

Melalui PKBM, pemerintah berupaya menghadirkan jalan alternatif agar anak-anak yang tertinggal tetap dapat memperoleh hak pendidikan dan kesempatan membangun masa depan.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, hari pertama MPLS menjadi simbol bahwa pendidikan tetap menjadi pintu utama untuk membuka peluang kehidupan yang lebih baik bagi setiap anak Bandung. ** (Red. Luky)

Posting Komentar

0 Komentar