BANDUNG — Gelombang kekecewaan para pedagang pasar tradisional kembali menggema di Gedung DPRD Kota Bandung. Dalam audiensi yang digelar Komisi II DPRD Kota Bandung bersama Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSINDO) dan perwakilan sejumlah pasar tradisional, berbagai persoalan yang selama ini dikeluhkan pedagang akhirnya dibongkar di hadapan para wakil rakyat.
Namun yang mengejutkan, sosok yang paling dinanti untuk memberikan penjelasan justru kembali tidak terlihat. Direktur Utama Perumda Pasar Juara dikabarkan berhalangan hadir karena sakit dan hanya diwakili oleh unsur hukum perusahaan.
Ketua Komisi II DPRD Kota Bandung, H. Aries Supriyatna, S.H., M.H., secara terbuka menyampaikan rasa kecewanya. Menurutnya, ketidakhadiran pimpinan Perumda Pasar dalam forum pembahasan persoalan pasar bukan pertama kali terjadi.
"Setiap ada pembahasan terkait persoalan pasar, yang hadir bukan pengambil keputusan. Kami merasa tidak dihargai," tegasnya di hadapan peserta audiensi.
Sementara itu, Ketua DPD APPSINDO Kota Bandung, Guntur, bersama para perwakilan pedagang dari Pasar Ciroyom, Cicadas, Cihaurgeulis, Cicaheum dan Andir memaparkan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Sorotan utama tertuju pada rencana revitalisasi Pasar Ciroyom yang dinilai masih menyisakan banyak pertanyaan. Pedagang mempertanyakan dasar kebijakan, mekanisme penetapan harga kios, hingga minimnya pelibatan pedagang dalam proses perencanaan.
Dalam suasana yang penuh emosi, perwakilan pedagang menyampaikan bahwa pasar bukan sekadar bangunan atau aset daerah, melainkan tempat ribuan keluarga menggantungkan kehidupan.
Mendengar berbagai keluhan tersebut, Komisi II DPRD Kota Bandung akhirnya merekomendasikan agar Pemerintah Kota Bandung segera memfasilitasi pertemuan khusus yang menghadirkan Wali Kota Bandung selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM), Direksi Perumda Pasar Juara, APPSINDO, dan seluruh unsur pedagang yang terdampak.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk membuka seluruh persoalan yang selama ini menjadi sumber kegelisahan para pedagang pasar tradisional di Kota Bandung.
Kini publik menunggu langkah nyata Pemerintah Kota Bandung. Akankah persoalan pasar yang bertahun-tahun menjadi keluhan akhirnya menemukan jalan keluar, atau justru kembali menjadi catatan panjang yang tak kunjung terselesaikan?**(Red. Luky)
0 Komentar