KABARMEFAHPUTIH,- - Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Konsumen Pasar Rakyat Digital Terpadu (PRADITA) di Pasar Cicadas Baru/BTM, Jl. Ibrahim Adjie No.47, bukan sekadar agenda rutin koperasi. Forum ini berubah menjadi panggung aspirasi pedagang yang menuntut perhatian nyata terhadap kondisi pasar rakyat di Kota Bandung.
Kehadiran Wakil Wali Kota Bandung dan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk R. Herry Suherlan, SH selaku pengelola Pasar BTM, Appsindo, Pasar Ciroyom Bersatu, serta Aliansi Taktis Pedagang Bersatu Kota Bandung, menjadi sorotan. Namun pertanyaannya: apakah kehadiran itu akan diikuti langkah konkret?
Aliansi Taktis Pedagang Bersatu Kota Bandung—yang terdiri dari tokoh dan pedagang Pasar Baru Trade Center, Pasar Anyar, Pasar Cicadas, Pasar Ciroyom, dan lainnya—secara terbuka menyuarakan kondisi riil pasar yang dinilai membutuhkan pembenahan serius, mulai dari tata kelola hingga keberpihakan kebijakan.
Penanggung Jawab Aliansi, Haidir A. Ismail, menegaskan dukungan terhadap koperasi sebagai alat perjuangan ekonomi pedagang. Namun ia juga menekankan bahwa dukungan tidak boleh berhenti pada seremoni. “Pedagang butuh solusi, bukan sekadar simbolik,” tegasnya.
Di tengah doa bersama yang diikuti tokoh agama dan warga Pajajaran RW 10, harapan mengemuka agar pemerintah tidak hanya hadir dalam forum, tetapi benar-benar berpihak pada denyut ekonomi rakyat.
RAT kali ini menjadi pengingat: pasar rakyat bukan sekadar ruang transaksi, melainkan ruang hidup ribuan keluarga. Dan aspirasi mereka menunggu jawaban, bukan janji.( Red,-Luky)


0 Komentar