KABARMERAHPUTIH,--Sejumlah
aktivis penggiat anti korupsi yang tergabung dalam Pergerakan Aktivis Anti
Korupsi Jawa Barat mengajak masyarakat Jawa Barat untuk turun ke jalan mendesak
KPK agar membongkar dugaan korupsi proyek pembangunan Masjid Al-Jabbar Jawa
Barat Pasca Rubtuhnya Kubah masjid Aljabar akibat hujan besar beberapa waktu
lalu.yang menelan biaya Rp 1,2 triliun.
Koordinator Aktivis Pergerakan Jawa Barat, Agus Satria mengaku sudah
membuat laporan pengaduan kepada KPK terkait kasus dugaan korupsi pembangunan
Masjid Raya Al-Jabbar yang terletak di Gedebage, Kota Bandung tersebut.
Rencananya,
mereka akan melakukan aksi turun ke jalan di halaman Gedung Merah Putih KPK dan
depan Gedung DPR RI pada Buan April 2026 mendatang. Massa yang akan turun dalam
aksi tersebut disebut-sebut paling sedikit 1.000 orang. Pasalnya, pelaksanaan
proyek masjid yang dirancang Ridwan Kamil tersebut diduga sarat KKN. Bahkan
hasil penelusurannya, kata Agus Satria, proyek Masjid Al-Jabbar diduga kuat
merugikan negara sebesar puluhan miliar akibat kelebihan bayar kepada salah
satu kontraktor. Dugaan kerugian negara ini bukan isapan jempol belaka atau
tanpa dasar. Menurutnya, dugaan kerugian negara itu juga diperkuat oleh laporan
hasil pemeriksaan (LHP) BPK RI dan juga berdasarkan hasil investigasi yang
dilakukannya. "Oleh karena itu kami mendesak agar KPK segera turun tangan
mengusut tuntas dugaan korupsi pada proyek Masjid Al-Jabbar ini. Mari masyarakat
Jawa Barat kita kawal kasus ini hingga tuntas," kata Agus Satria kepada
wartawan di Bandung, Senin 6 Februari 2023.
Kami
minta KPK segera membongkar dugaan korupsi ini agar menjadi terang
berderang," ujarnya. Selain itu, berdasarkan hasil penelusurannya melalui
Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), ia memperoleh data bahwa ternyata
ada banyak kejanggalan dalam proses tender atau lelang Masjid Al-Jabbar
tersebut. "Kami menemukan ternyata ada satu perusahaan yang memenangkan
tender tanpa dia ikut proses tender. Namun melalui penunjukkan langsung. Ini
menunjukkan bahwa proyek ini sarat KKN terutama nepotisme dan korupsi,"
ungkap Agus Satria.
Tak
hanya mendapati ada perusahaan yang mendapatkan tender melalui mekanisme
penunjukkan langsung, ia menyebut ternyata perusahaan tersebut mendapatkan
tender melalui penunjukkan langsung lebih dari satu kali. "Bahkan ada
perusahaan yang mendapatkan tender beberapa kali," kata dia. Disamping
itu, kata Agus, sejumlah pihak sebelumnya juga menyoroti anggaran pembuatan
konten Masjid Al-Jabbar yang disebut-sebut menghabiskan anggaran sekitar Rp 20
miliar. Nilai anggaran itu, kata dia, dinilai sangat tidak rasional dan patut
dipertanyakan. "Ada juga biaya launching Masjid Al-Jabbar ini informasinya
menghabiskan anggaran sekitar Rp 5 miliar. Informasi ini tentu harus
ditindaklanjuti," tambah Agus.
Sebelumnya
netizen sempat mempermasalahkan soal dana pembangunan
sebesar
Rp 1 triliun dari APBD Provinsi Jawa Barat.
Nilai tersebut dinilai terlalu fantastis untuk membangun sebuah masjid.
Padahal di berbagai pelosok Jawa Barat masih banyak perkampungan yang belum
memiliki masjid yang layak. Belum lagi berbagai persoalan infrastruktur yang
masih perlu dibenahi. Terpisah, Gubernur Jabar Ridwan Kamil melalui akun media
sosial instagramnya membantah tudingan soal dugaan korupsi proyek pembangunan
Masjid Al-Jabbar tersebut. Ia membantah adanya potensi kelebihan bayar sebesar
Rp 300 miliar kepada salah satu kontraktor. "Tidak benar informasi ini.
Apalagi disebutkan kelebihan bayar sebesar Rp 300 miliar," bantah Ridwan
Kamil.
Menurutnya,
semua proyek di Jawa Barat termasuk proyek pembangunan Masjid Al-Jabbar sudah
diperiksa dengan prudent oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. "Setiap
informasi temuan biasanya diselesaikan 1-3 bulan," tambah Ridwan Kamil
sekaligus mengomentari pemberitaan salah satu media. ( Red,-Luky )

0 Komentar